kutipan tangerang — puisi & refleksi —

← kembali

Puisi

Tol Tangerang-Merak · 3 Juni 2026

Tol Merak Hari Kerja

Tol Tangerang-Merak hari Senin, pukul tujuh pagi, tidak macet seperti Jakarta-Cikampek.

Truk-truk gandeng dari Cilegon menuju Jakarta dengan muatan baja, container pengangkut yang sudah turun dari kapal Merak semalam.

Sopir-sopir yang sudah menyetir empat jam, masih empat jam lagi sampai depo. Mereka tidak komplain. Mereka tidak bertanya kapan akan istirahat. Mereka hanya menyetir.

Saya melewati mereka di sedan saya. Dalam lima detik kami sudah saling jauh. Saya tidak akan pernah tahu nama mereka. Mereka tidak akan pernah tahu saya pernah lewat.

Tapi pagi itu, di kilometer enam puluh empat, kami berbagi jalan yang sama.

Itu cukup. Untuk satu pagi, itu sudah cukup.

Tol Merak hari Senin tidak macet seperti Jakarta-Cikampek. Sepi. Tapi setiap kendaraan yang lewat membawa cerita yang kita tidak akan pernah tahu.

— ditulis dari Tol Tangerang-Merak

oleh Sekar Wulandari

← Semua puisi Lihat kutipan